Pernah terpikir, mbok ya o.. Setahun saja untuk jeda, tanpa ada seremoni 17an Agustus yang gegap gempita dan atau kemeriahan halal bi halal. Kita selenggarakan tirakat dan lebaran dengan cara yang paling sesederhana mungkin tapi tetap khidmat.
Lantas, alokasi biaya yang sedianya dipake untuk kemeriahan dua seremoni tersebut dikumpulkan tiap RT dan dikelola desa untuk pengadaan buku-buku dan alat komputasi. Bayangkan jika cukup menghemat 2 juta saja tiap seremoni, maka ada 4 juta di kalikan jumlah RT desa setempat. Yakin, kecerdasan bangsa akan segera terwujud sebagai syarat kemajuan sebuah negara.
