Indonesia Emas terus dijanjikan. Tetapi mengapa rakyat masih harus berjuang keras sekadar untuk hidup layak?

Negara sibuk berbicara tentang kemajuan, pembangunan, dan masa depan gemilang. Sementara itu, anak muda berhadapan dengan sulitnya mencari pekerjaan, mahalnya biaya hidup, dan ketidakpastian masa depan. Mereka disuruh bekerja keras, bersabar, dan jangan banyak mengeluh. Seolah-olah seluruh persoalan bangsa bisa diselesaikan hanya dengan motivasi dan nasihat pejabat.

Generasi Z dituduh manja, malas, rapuh, dan kurang tangguh. Tetapi siapa sebenarnya yang mewariskan keadaan ini? Bukankah generasi muda lahir di tengah sistem ekonomi, politik, dan sosial yang sudah lebih dahulu dibentuk oleh mereka yang kini memegang kekuasaan?

Melalui buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung, kita diajak membaca kembali Marhaenisme sebagai jalan untuk mempertanyakan ketimpangan, kekuasaan, kapitalisme digital, kemunduran demokrasi, dan masa depan generasi muda.

Marhaenisme tidak cukup menjadi romantisme sejarah Sukarno. Ia perlu kembali diperdebatkan, diuji, bahkan dikritik. Sebab, apa artinya membanggakan pemikiran tentang pembebasan rakyat jika persoalan ketidakadilan sosial masih terus menghantui kehidupan?

Persoalan-persoalan tersebut akan menjadi bahan perbincangan dalam MAOSSAE #37, dengan tema MARHAEN MENGGUGAT: diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z, bersama Rifqi Gozali, jurnalis senior di Kudus.

Rabu, 14 Oktober 2026 · Pukul 19.30 WIB – selesai
Depan Rumah Mas Aan, Perum Muria Indah, Kudus

Terbuka untuk umum dan gratis. Mahasiswa, pelajar, pekerja, pegiat literasi, pencinta buku, dan siapa pun yang ingin ikut berpikir serta berdiskusi, silakan datang. Ajak teman dan keluarga. Tidak harus sepakat dengan isi buku, tidak harus mengagumi para penulisnya — justru perbedaan pandangan akan membuat percakapan semakin hidup.

Informasi: 085797866312. Petunjuk lokasi tersedia melalui kode QR pada poster.

Kita tidak sedang mencari siapa yang paling pandai mengutip Sukarno, paling lantang mengutuk pemerintah, atau paling fasih berbicara tentang revolusi. Kita ingin mempertanyakan apakah gagasan Marhaenisme masih mampu menjelaskan kenyataan hidup hari ini.

Sebab, negara yang mengaku merdeka harus berani menjawab satu pertanyaan sederhana: mengapa keadilan sosial masih harus terus ditagih oleh rakyatnya sendiri?

Sampai bertemu di MAOSSAE #37. Mari membaca, berpikir, dan berdebat!